Trading & Investasi: Mana yang Lebih Aman Untuk Resesi?

By | October 20, 2022

Redaksimuda.com – Hallo sahabat redaksimuda, kembali lagi nih dengan admin yang baik ini. Pada pertemuan kali ini admin akan membahas mengenai Trading & Investasi: Mana yang Lebih Aman Untuk Resesi?.

Resesi yang diperkirakan akan melanda dunia pada tahun 2023 membuat banyak orang mulai memperkuat kondisi keuangan mereka.

Beberapa orang mempersiapkan diri dengan menabung banyak, tetapi tidak sedikit juga yang mencoba meningkatkan pendapatan melalui pasar uang.

Ada beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan investor di pasar uang, termasuk perdagangan dan investasi.

Kedua istilah tersebut mengacu pada metode pencarian laba yang berbeda, terutama dalam hal periode waktu di mana target laba diperoleh.

BACA JUGA:

Bagi investor pemula, sangat disarankan untuk mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara trading dan investasi agar dapat mempertimbangkan aktivitas mana yang paling sesuai dengan profil risiko Anda.

Apa Perbedaan Antara Trading dan Investasi?

Baik perdagangan maupun investasi adalah metode aktivitas nirlaba di pasar uang. Namun, menurut Investopedia, perbedaan paling mendasar antara perdagangan dan investasi adalah lamanya aktivitas di pasar uang.

Investasi adalah kegiatan mengumpulkan kekayaan secara bertahap selama jangka waktu yang panjang. Investasi biasanya memakan waktu bertahun-tahun atau puluhan tahun.

Instrumen pasar uang yang sering digunakan untuk berinvestasi antara lain saham, reksadana, obligasi dan surat berharga lainnya.

Saat melakukan investasi, investor biasanya lebih memperhatikan fundamental pasar, seperti rasio harga-pendapatan dan prakiraan manajemen.

Jenis pendapatan yang ditargetkan investor saat berinvestasi bervariasi, mulai dari bunga, dividen atau tunjangan lainnya.

Secara umum, kegiatan investasi dilakukan untuk tujuan jangka panjang, seperti pendidikan atau tabungan pensiun.

BACA JUGA:

Di sisi lain, Perdagangan adalah kegiatan komersial membeli dan menjual saham, komoditas, mata uang atau instrumen lain yang dilakukan dalam waktu singkat.

Transaksi atau kegiatan jual beli dalam kegiatan bisnis lebih sering daripada investasi. Tujuan utamanya tentu saja untuk menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat, bisa bulanan, mingguan, harian, bahkan beberapa jam.

Aktivitas perdagangan mengambil keuntungan dari pergerakan aset yang tidak stabil dalam jangka pendek.

Perdagangan dilakukan dengan membeli dengan harga rendah dan menjual dengan harga tinggi dalam waktu yang relatif singkat.

Karena risiko kerugian cenderung tinggi dalam jangka pendek, pedagang akan menerapkan prinsip stop-loss.

Ini merupakan upaya agar jika terjadi penurunan harga suatu aset, pedagang tidak kehilangan di bawah batas toleransi.

Keuntungan yang diinginkan pedagang adalah margin yang lebih tinggi daripada aktivitas investasi.

Jika investor dapat puas dengan pengembalian tahunan 10 hingga 15 persen, maka pedagang dapat bercita-cita untuk pengembalian 10 persen setiap bulan.

Dikutip dari Sahabat Pegadaian, berikut beberapa perbedaan antara trading dan investasi:

ParameterTrading Investasi
Jangaka waktu aktivitasJangka pendekJangka panjang
TujuanFokus pada keuntungan dan pertumbuhan asetFokus pada pertumbuahan modal
SifatnyaVolatile (mudah berubah)Stabilitas (tidak mudah berubah)
Metode analisisMenggunakan analisis teknisMenggunakan analisis fundamental
Sistem pembelianBuy and sellBuy and hold

Trading yang Lebih Aman atau Berinvestasi di Tengah Ancaman Resesi

baik investasi maupun trading memiliki risiko kerugian yang sama. Namun, banyak ahli menganggap bahwa Risiko Perdagangan lebih tinggi daripada risiko investasi.

Ini karena perdagangan dilakukan dengan prinsip mengambil keuntungan dari tingkat harga pasar jangka pendek (volatilitas).

Bahkan, pergerakan pasar lebih sulit diprediksi dalam jangka pendek. Namun, menurut Forbes, ketika datang ke resesi, hal yang paling penting adalah untuk meningkatkan pendapatan dan berinvestasi dalam aset defensif.

Upaya ini dilakukan untuk mempersiapkan kemungkinan risiko pada saat resesi, termasuk kehilangan pekerjaan, kekurangan karena penurunan produksi, dan kenaikan harga.

Meningkatkan penghasilan bisa dilakukan dengan menambah peluang penghasilan baru, seperti trading atau trading.

BACA JUGA:

Jika Anda memilih untuk berdagang, Anda dapat memilih instrumen dengan risiko kerugian terendah atau menerapkan prinsip stop-loss konservatif.

Selain meningkatkan pendapatan, yang tidak kalah penting untuk mengatasi resesi adalah berinvestasi pada aset likuid yang aman dan stabil.

Menurut Forbes, berinvestasi selama resesi dapat dilakukan dengan membeli saham perusahaan yang didedikasikan untuk kebutuhan dasar, seperti di sektor makanan, listrik, properti atau kesehatan.

Ini karena tidak peduli seberapa buruk ekonominya, orang masih membutuhkan produk dari perusahaan-perusahaan ini. Hal ini tentu membantu menjaga portofolio aman dari kerugian.

Penutup

Nah itu saja informasi yang bisa admin sampaikan mengenai Trading & Investasi: Mana yang Lebih Aman Untuk Resesi? Semoga saja informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *